Zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.[1] Zakat merupakan rukun ketiga dari Rukun Islam.
Etimologi
Secara harfiah zakat berarti "tumbuh", "berkembang", "menyucikan", atau "membersihkan". Sedangkan secara terminologi syari'ah, zakat merujuk pada aktivitas memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan.
Sejarah zakat
Setiap muslim diwajibkan memberikan sedekah dari rezeki yang dikaruniakan Allah. Kewajiban ini tertulis di dalam Al-Qur’an. Pada awalnya, Al-Qur’an hanya memerintahkan untuk memberikan sedekah (pemberian yang sifatnya bebas, tidak wajib). Namun, pada kemudian hari, umat Islam diperintahkan untuk membayar zakat. Zakat menjadi wajib hukumnya sejak tahun 662 M. Nabi Muhammad melembagakan perintah zakat ini dengan menetapkan pajak bertingkat bagi mereka yang kaya untuk meringankan beban kehidupan mereka yang miskin.[2]. Sejak saat ini, zakat diterapkan dalam negara-negara Islam. Hal ini menunjukan bahwa pada kemudian hari ada pengaturan pemberian zakat, khususnya mengenai jumlah zakat tersebut.[3].
Pada zaman khalifah, zakat dikumpulkan oleh pegawai sipil dan didistribusikan kepada kelompok tertentu dari masyarakat. Kelompok itu adalah orang miskin, janda, budak yang ingin membeli kebebasan mereka, orang yang terlilit hutang dan tidak mampu membayar.[4]. Syari'ah mengatur dengan lebih detail mengenai zakat dan bagaimana zakat itu harus dibayarkan. Kejatuhan para khalifah dan negara-negara Islam menyebabkan zakat tidak dapat diselenggarakan dengan berdasarkan hukum lagi. [5]
Hukum zakat
Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti salat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Al-Qur'an dan As Sunnah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia.
[sunting] Jenis zakat
Zakat terbagi atas dua jenis yakni:
* Zakat fitrah
Zakat yang wajib dikeluarkan muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadan. Besar zakat ini setara dengan 3,5 liter (2,5 kilogram) makanan pokok yang ada di daerah bersangkutan.
* Zakat maal (harta)
Mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak. Masing-masing jenis memiliki perhitungannya sendiri-sendiri.
Yang berhak menerima
Ada delapan pihak yang berhak menerima zakat, yakni:
1. Fakir - Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
2. Miskin - Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
3. Amil - Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
4. Mu'allaf - Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya
5. Hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya
6. Gharimin - Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya
7. Fisabilillah - Mereka yang berjuang di jalan Allah (misal: dakwah, perang dsb)
8. Ibnus Sabil - Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.
Yang tidak berhak menerima zakat[6]
* Orang kaya. Rasulullah bersabda, "Tidak halal mengambil sedekah (zakat) bagi orang yang kaya dan orang yang mempunyai kekuatan tenaga." (HR Bukhari).
* Hamba sahaya, karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya.
* Keturunan Rasulullah. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tidak halal bagi kami (ahlul bait) mengambil sedekah (zakat)." (HR Muslim).
* Orang yang dalam tanggungan yang berzakat, misalnya anak dan istri.
* Orang kafir.
Beberapa Faedah Zakat[7]
daedah Diniyah (segi agama)
1. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari Rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.
3. Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: "Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah" (QS: Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits yang muttafaq "alaih Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam" juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda.
4. Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah disabdakan Rasulullah Muhammad SAW.
Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak)
1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.
2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.
3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
4. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.
Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial Kemasyarakatan)
1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
2. Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomi tinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.
4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.
5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.
Hikmah Zakat
Hikmah dari zakat antara lain:
1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada dengan mereka yang miskin.
2. Pilar amal jama'i antara mereka yang berada dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
5. Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
6. Untuk pengembangan potensi ummat
7. Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.
Zakat dalam Al Qur'an
* QS (2:43) ("Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'".)
* QS (9:35) (Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.")
* QS (6: 141) (Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan).
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Mei 2011
Minggu, 15 Mei 2011
Tanda-tanda Cinta kepada Allah swt
1. Katsrah Adz-Dzikir (banyak berdzikir) Hadith : Dari Abu Darda ra berkata Rasulullah SAW bersabda : "Allah benar-benar akan membangkitkan segolongan manusia pada hari kiamat, di wajah mereka ada cahaya dan mereka berada di atas mimbar-mimbar dari mutiara. Mereka itu bukan para nabi dan syuhada tapi manusia iri kepadanya." Ada seorang arab yang berdiri di atas lututnya dan bertanya :"Wahai Rasulullah, beritahukanlah sifat-sifat mereka agar kami mengenal mereka." Beliau menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, berasal dari kabilah yang berbeza, dari negeri yang berbeza, mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah". (Riwayat Ath-Thabrani).
2. Al-I’jaab (kagum) Biasanya kita mencintai sesuatu karena ada kekaguman, seperti kagum karena kecantikan, kekayaan dan lain-lain. Dalam hubungan cinta kepada Allah, kita sentiasa mengagumi kehebatan dan ke-MahaBesar-an Allah SWT. QS 1:1
3. Ar-Ridhaa (rela) Ciri cinta yang lain adalah ketika hati kita rela dengan yang dicintai dan juga rela berkorban bagi yang dicintainya. Ridha/rela kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ciri cinta kepada Allah dan Rasul. Rela kepada Allah dan Rasul berarti rela melakukan semua perintah-Nya dengan baik, dilakukan dengan ikhlas dan rasa suka. QS 9:62
4. At-Tadhhiyah (siap berkorban) Mencintai Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan sikap rela berkorban karena berkorban adalah konsekuensi dari rasa cinta kepada sesuatu. Cinta kepada keluarga berarti kita harus siap berkorban wang dan waktu. Apalagi kepada Allah, berarti kita harus siap berkorban untuk membela syariat-Nya. Dalil : QS 2:207
5. Al-Khauf (takut) Cinta mempunyai ciri adanya rasa takut dalam bentuk harap dan cemas. Takut kepada yang dicintai bukan kerana kekejaman atau kesadisannya, tapi kerana adanya harapan dan kecemasan dalam penantian. Takut kepada Allah kerana mempunyai harapan agar mengabulkan doa kita dan kerananya kita senantiasa merasa cemas apakah Allah mengabulkan doa kita.(QS 21:90)
6. Ar-Rajaa (mengharap) Cinta juga diwujudkan dalam bentuk mengharap kepada sesuatu yang dicintainya tersebut. Harapan kepada Allah melalui doa biasanya dilakukan kerana ada sesuatu keinginan yang perlu disampaikan kepada yang dicintai yaitu Allah. Mengharap bertemu dengan Allah di akhirat dan mengharap rahmat Allah adalah ciri orang yang beriman. Dalil: QS. 33 : 21
7. Ath-Thaa’ah (mentaati) Mentaati yang dicintai juga adalah bukti cinta kita kepada Allah SWT. Sebagaimana seorang pemuda yang mencintai seorang gadis, maka apapun yang gadis itu minta maka ia akan menyanggupi dan mantaatinya, walalupun kadang-kadang permintaan yang diajukannya tidak masuk akal. Akan tetapi karena rasa cinta maka sesulit apapun tuntutan yang diminta oleh yang dicintainya tersebut, akan dengan mudah disanggupi. Demikian pulalah hendaknya dengan pembuktian rasa cinta kita kepada Allah. Kecintaan kita kepada Allah haruslah membawa kita pada ketaatan kepada-Nya dengan taat yang mutlak, tanpa syarat dan tanpa penolakan.
semoga kita termasuk salah satu dari 7 katagor ini. Amin.....
sumber : http://zaini-ktd.blog.friendster.com/2008/01/tanda-tanda-cinta-kepada-allah-swt/
2. Al-I’jaab (kagum) Biasanya kita mencintai sesuatu karena ada kekaguman, seperti kagum karena kecantikan, kekayaan dan lain-lain. Dalam hubungan cinta kepada Allah, kita sentiasa mengagumi kehebatan dan ke-MahaBesar-an Allah SWT. QS 1:1
3. Ar-Ridhaa (rela) Ciri cinta yang lain adalah ketika hati kita rela dengan yang dicintai dan juga rela berkorban bagi yang dicintainya. Ridha/rela kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ciri cinta kepada Allah dan Rasul. Rela kepada Allah dan Rasul berarti rela melakukan semua perintah-Nya dengan baik, dilakukan dengan ikhlas dan rasa suka. QS 9:62
4. At-Tadhhiyah (siap berkorban) Mencintai Allah dan Rasul-Nya akan melahirkan sikap rela berkorban karena berkorban adalah konsekuensi dari rasa cinta kepada sesuatu. Cinta kepada keluarga berarti kita harus siap berkorban wang dan waktu. Apalagi kepada Allah, berarti kita harus siap berkorban untuk membela syariat-Nya. Dalil : QS 2:207
5. Al-Khauf (takut) Cinta mempunyai ciri adanya rasa takut dalam bentuk harap dan cemas. Takut kepada yang dicintai bukan kerana kekejaman atau kesadisannya, tapi kerana adanya harapan dan kecemasan dalam penantian. Takut kepada Allah kerana mempunyai harapan agar mengabulkan doa kita dan kerananya kita senantiasa merasa cemas apakah Allah mengabulkan doa kita.(QS 21:90)
6. Ar-Rajaa (mengharap) Cinta juga diwujudkan dalam bentuk mengharap kepada sesuatu yang dicintainya tersebut. Harapan kepada Allah melalui doa biasanya dilakukan kerana ada sesuatu keinginan yang perlu disampaikan kepada yang dicintai yaitu Allah. Mengharap bertemu dengan Allah di akhirat dan mengharap rahmat Allah adalah ciri orang yang beriman. Dalil: QS. 33 : 21
7. Ath-Thaa’ah (mentaati) Mentaati yang dicintai juga adalah bukti cinta kita kepada Allah SWT. Sebagaimana seorang pemuda yang mencintai seorang gadis, maka apapun yang gadis itu minta maka ia akan menyanggupi dan mantaatinya, walalupun kadang-kadang permintaan yang diajukannya tidak masuk akal. Akan tetapi karena rasa cinta maka sesulit apapun tuntutan yang diminta oleh yang dicintainya tersebut, akan dengan mudah disanggupi. Demikian pulalah hendaknya dengan pembuktian rasa cinta kita kepada Allah. Kecintaan kita kepada Allah haruslah membawa kita pada ketaatan kepada-Nya dengan taat yang mutlak, tanpa syarat dan tanpa penolakan.
semoga kita termasuk salah satu dari 7 katagor ini. Amin.....
sumber : http://zaini-ktd.blog.friendster.com/2008/01/tanda-tanda-cinta-kepada-allah-swt/
Selasa, 19 April 2011
Pengaruh Yahudi di Indonesia
Senin, 07/03/2011 10:11 WIB | email | print
Perubahan politik di Indonesia pasca pemerintahan Soekarno telah membawa dampak yang luas. Di mana bukan hanya pergantian kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, tetapi juga beralihnya patron politik ideologi-politik Indonesia berubah. Poros ideologi- politik Indonesia ikut berubah. Dari Blok Timur (Komunisme) ke Blok Barat Kapitalisme).
Perubahan politik di Indonesia dari Orde Lama ke Orde Baru itu, ikut berubahnya karakter bangsa Indonesia dari bangsa yang mandiri menjadi bangsa yang sangat bergantung kepada imperialisme Barat. Di mana masuknya kapitalisme ke Indonesia, ikut masuknya kepentingan para kapitalis yang menguasai sumber daya alam Indonesia.
The Time Life mensponsori konferensi istimewa di Jenewa, Swiss, yang dalam waktu tiga hari membahas strategi pengambil alihan Indonesia.
Prosesi masuknya jaringan imperialisme dan kolonialisme itu terjadi di Swiss, Nopember 1967. Jenderal Soeharto mengirim satu tim ekonomi dipimpin Sultan Hamengku Buwono IX dan Adam Malik. Tim ini kelak disebagi sebagai "Mafia Berkeley", menemui para CEO korporasi multinasional yang dipimpin David Rockefeller.
Dalam pertemuan itu antara delegasi Indonesia dengan David Rockeffeler itu, mensepakati untuk mengkapling-kapling Indonesia.
Brad Sampson, peraih Phd di Universitas Northwestern University AS mekakukan penelitian tentang Indonesia di masa Orde Baru, dan pengamat terkenal tentang Indonesia Prof. Jeffry Winters, yang diangkat sebagai promotornya Indonesianis John Pllger, menulis dalam sebuah buku dan mengutip hasilnya, "Dalam bulan Nopember 1967, menyusul tertangkapnya 'hadiah besar' (istilah pemerintah AS untuk Indonesia setelah Presiden Soekarno jatuh dan digantikan oleh Jenderal Soeharto), maka hasil tangkapannya itu dikapling-kapling".
Freeport mendapatkan gunung emas Papua, pengusaha Yahudi yang duduk sebagai komisaris adalah mantan Menlu AS Henry Kissinger, dan sebuah konsorsium perusahaan Eropa mendapatkan nikel di Papua Barat, raksas Alcoa mendapatkan bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Perancis mendapatkan hutan-hutan torpis Indonesia.
Sekarang sudah masuk perusahaan multinasional seperti Exxon, British Petroleum (BP), Caltex, dan Total, perusahaan minyak raksasa itu menguasai ladang-ladang minyak di Indonesia.
Sejak Soeharto berkuasa tahun 1967, dibentuklah lembaga konsorsium IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia), yang anggotanya Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Italia, Jerman, Australia, Perancis, Belanda, Belgia, Jepang, dan Kanada. IGGI didirikan di Belanda, dan ketuanya dari Belanda. Sedangkan lembaga keuangan multinasioanl menjadi anggota forum, seperti IMF, IBRD, ADB, UNDP, dan dengan OECD sebagai peninjau.
Pertemuan pertama IGGI berlangsung di Amsterdam, Februari l967, guna membantu Indonesia. Pertemuan itu dihadiri 14 anggota, dan diprakarsai Amerika Serikat, sejak itu pengaruh Yahudi atas Indonesia sangat kuat.
Di era Reformasi (demokrasi), seorang pengusaha dan philantropis Yahudi terkemuka, bertemu dengan Presiden SBY di Istana Tampak Siring, Bali. Sebelumnya, pernah pula George Soros bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres.
George Soros, pengusaha yang menggunakan "The Open Society Institute", gerakannya melalui lembaga ini ingin menancapkan pengaruhnya seluruh dunia. Obsesinay membangun masyarakat baru dunia, yang humanis dan toleran, tidak ada lagi sekat agama, ras dan bangsa. Inilah misi George Soros, lahirnya menisbikan semua kekkuatan dunia, melebur menjadi satu kekuatan humanis internasional, seperti yang dikumandang oleh Warren Buffet dan Bill Gate, yang mendermakan kekayaan untuk gerakan ini.
Soros mempunyai pengaruh yang luas. Tokoh Yahudi ini memiliki usaha dibidang finansiil, dan sekaligus bergerak dibidang philantropis telah terlibat dalam perubahan politik di berbagai negara. Soros menggunakan usahanya dibidang finansiil yang dimilikinya itu, pernah mengobrak-abrik negara-negara ASEAN, yang mengakibatkan terjadinya krisis politik dan ekonomi, dan efek dominonya yaitu jatuhnya rejim-rejim di kawasan ini berguguran, termasuk di Indonesia.
Soros terlibat perubahan politik di negara-negara Eropa Timur, yang komunis, dan secara simultan rejim negara-negara komunis itu berguguran. Kemudian, munculnya rezim baru di Eropa Timur, yang lebih pro-Barat, dan menggunakan ciri demokrasi, tak terlepas dari pengaruh Soros.
Tokoh finansiil Yahudi ini, ikut melakukan rekayasa perubahan politik di Soviet, yang kemudian muncul rejim baru, yang tidak lagi menggunakan komunisme sebagai ideologi, dan arah ekonominya lebih kepada sistem kapitalis, yang pro-pasar.
Tokoh Yahudi ini di setiap negara menanamkan orang-orangnya dengan menggunakan kedok gerakan yang bersifat philantropis, dan selalu mengusung tentang demokrasi, pluralisme, dan ‘civil society’ (masyarakat sipil). Melalui gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para agentnya yang bertebaran di seluruh dunia, Soros meng’create’ (menggagas) perubahan, yang pasti disesuaikan dengan kepentingan ideologinya.
Tenntu, semua tujuannya, ingin setiap negara yang menjadi target (sasaran)nya itu, kemudian menjadi sekutunya, dan sekaligus mengikuti langkah-langkah strategis yang akan mengeleminir setiap kemungkinan peluang munculnya tantangan baru yang akan mengancam kepentingan kaum Yahudi.
Betapapun, Indonesia mempunyai posisi yang sangat strategis secara geopolitik, kekayaan alam yang melimpah, dan yang lebih penting lagi, bagaimana membawa Indonesia yang mayoritas penduduknya yang berjumlah 240 juta dan 90 persen muslim ke dalam lingkungan politik stretagis, yang tidak memusuhi Israel.
Langkahk-langkah yang akan ditempuh Soros melalui lobi, dan kerjasama dan bantuan, termasuk memasukkan modalnya di berbagai sektor di Indonesia. Inilah cara-cara yang akan digunakan Soros untuk menekuk Indonesia, dan kemudian masuk ke dalam lingkaran utama Israel.
Belum lama ini, sebuah perusashaan yang sebenarnya adalah perusahaan Israel yaitu Amdocs, berhasil memenangkan tender dengan anak perusahaan Telkom yaitu Telkomsel, berkenaan dengan sistem billing. Dengan Amdocs memiliki data-data yang ada itu, maka dengan akan sangat mudah Israel akan menggunakannya untuk mempenetrasi sistem politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan Indonesia.
Tetapi, tak kalah penting lagi, melalui gerakan yang dilakukan tangan-tangan Soros yang ada di Indonesia, yang terus-menerus mengkampanyekan ‘Civil Society”, perlahah-lahan mengubah kelompok-kelompok utama Islam, dan menjadi penganut sekulerisme, kemudian menjadi bagian dari gerakan mereka.
+++
Dengan ini rubarik dialog sebelumnya kami tutup, dan kami menyampaikan terima kasih atas partisipasinya.
Perubahan politik di Indonesia pasca pemerintahan Soekarno telah membawa dampak yang luas. Di mana bukan hanya pergantian kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto, tetapi juga beralihnya patron politik ideologi-politik Indonesia berubah. Poros ideologi- politik Indonesia ikut berubah. Dari Blok Timur (Komunisme) ke Blok Barat Kapitalisme).
Perubahan politik di Indonesia dari Orde Lama ke Orde Baru itu, ikut berubahnya karakter bangsa Indonesia dari bangsa yang mandiri menjadi bangsa yang sangat bergantung kepada imperialisme Barat. Di mana masuknya kapitalisme ke Indonesia, ikut masuknya kepentingan para kapitalis yang menguasai sumber daya alam Indonesia.
The Time Life mensponsori konferensi istimewa di Jenewa, Swiss, yang dalam waktu tiga hari membahas strategi pengambil alihan Indonesia.
Prosesi masuknya jaringan imperialisme dan kolonialisme itu terjadi di Swiss, Nopember 1967. Jenderal Soeharto mengirim satu tim ekonomi dipimpin Sultan Hamengku Buwono IX dan Adam Malik. Tim ini kelak disebagi sebagai "Mafia Berkeley", menemui para CEO korporasi multinasional yang dipimpin David Rockefeller.
Dalam pertemuan itu antara delegasi Indonesia dengan David Rockeffeler itu, mensepakati untuk mengkapling-kapling Indonesia.
Brad Sampson, peraih Phd di Universitas Northwestern University AS mekakukan penelitian tentang Indonesia di masa Orde Baru, dan pengamat terkenal tentang Indonesia Prof. Jeffry Winters, yang diangkat sebagai promotornya Indonesianis John Pllger, menulis dalam sebuah buku dan mengutip hasilnya, "Dalam bulan Nopember 1967, menyusul tertangkapnya 'hadiah besar' (istilah pemerintah AS untuk Indonesia setelah Presiden Soekarno jatuh dan digantikan oleh Jenderal Soeharto), maka hasil tangkapannya itu dikapling-kapling".
Freeport mendapatkan gunung emas Papua, pengusaha Yahudi yang duduk sebagai komisaris adalah mantan Menlu AS Henry Kissinger, dan sebuah konsorsium perusahaan Eropa mendapatkan nikel di Papua Barat, raksas Alcoa mendapatkan bauksit Indonesia. Sekelompok perusahaan Amerika, Jepang, dan Perancis mendapatkan hutan-hutan torpis Indonesia.
Sekarang sudah masuk perusahaan multinasional seperti Exxon, British Petroleum (BP), Caltex, dan Total, perusahaan minyak raksasa itu menguasai ladang-ladang minyak di Indonesia.
Sejak Soeharto berkuasa tahun 1967, dibentuklah lembaga konsorsium IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia), yang anggotanya Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Italia, Jerman, Australia, Perancis, Belanda, Belgia, Jepang, dan Kanada. IGGI didirikan di Belanda, dan ketuanya dari Belanda. Sedangkan lembaga keuangan multinasioanl menjadi anggota forum, seperti IMF, IBRD, ADB, UNDP, dan dengan OECD sebagai peninjau.
Pertemuan pertama IGGI berlangsung di Amsterdam, Februari l967, guna membantu Indonesia. Pertemuan itu dihadiri 14 anggota, dan diprakarsai Amerika Serikat, sejak itu pengaruh Yahudi atas Indonesia sangat kuat.
Di era Reformasi (demokrasi), seorang pengusaha dan philantropis Yahudi terkemuka, bertemu dengan Presiden SBY di Istana Tampak Siring, Bali. Sebelumnya, pernah pula George Soros bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres.
George Soros, pengusaha yang menggunakan "The Open Society Institute", gerakannya melalui lembaga ini ingin menancapkan pengaruhnya seluruh dunia. Obsesinay membangun masyarakat baru dunia, yang humanis dan toleran, tidak ada lagi sekat agama, ras dan bangsa. Inilah misi George Soros, lahirnya menisbikan semua kekkuatan dunia, melebur menjadi satu kekuatan humanis internasional, seperti yang dikumandang oleh Warren Buffet dan Bill Gate, yang mendermakan kekayaan untuk gerakan ini.
Soros mempunyai pengaruh yang luas. Tokoh Yahudi ini memiliki usaha dibidang finansiil, dan sekaligus bergerak dibidang philantropis telah terlibat dalam perubahan politik di berbagai negara. Soros menggunakan usahanya dibidang finansiil yang dimilikinya itu, pernah mengobrak-abrik negara-negara ASEAN, yang mengakibatkan terjadinya krisis politik dan ekonomi, dan efek dominonya yaitu jatuhnya rejim-rejim di kawasan ini berguguran, termasuk di Indonesia.
Soros terlibat perubahan politik di negara-negara Eropa Timur, yang komunis, dan secara simultan rejim negara-negara komunis itu berguguran. Kemudian, munculnya rezim baru di Eropa Timur, yang lebih pro-Barat, dan menggunakan ciri demokrasi, tak terlepas dari pengaruh Soros.
Tokoh finansiil Yahudi ini, ikut melakukan rekayasa perubahan politik di Soviet, yang kemudian muncul rejim baru, yang tidak lagi menggunakan komunisme sebagai ideologi, dan arah ekonominya lebih kepada sistem kapitalis, yang pro-pasar.
Tokoh Yahudi ini di setiap negara menanamkan orang-orangnya dengan menggunakan kedok gerakan yang bersifat philantropis, dan selalu mengusung tentang demokrasi, pluralisme, dan ‘civil society’ (masyarakat sipil). Melalui gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para agentnya yang bertebaran di seluruh dunia, Soros meng’create’ (menggagas) perubahan, yang pasti disesuaikan dengan kepentingan ideologinya.
Tenntu, semua tujuannya, ingin setiap negara yang menjadi target (sasaran)nya itu, kemudian menjadi sekutunya, dan sekaligus mengikuti langkah-langkah strategis yang akan mengeleminir setiap kemungkinan peluang munculnya tantangan baru yang akan mengancam kepentingan kaum Yahudi.
Betapapun, Indonesia mempunyai posisi yang sangat strategis secara geopolitik, kekayaan alam yang melimpah, dan yang lebih penting lagi, bagaimana membawa Indonesia yang mayoritas penduduknya yang berjumlah 240 juta dan 90 persen muslim ke dalam lingkungan politik stretagis, yang tidak memusuhi Israel.
Langkahk-langkah yang akan ditempuh Soros melalui lobi, dan kerjasama dan bantuan, termasuk memasukkan modalnya di berbagai sektor di Indonesia. Inilah cara-cara yang akan digunakan Soros untuk menekuk Indonesia, dan kemudian masuk ke dalam lingkaran utama Israel.
Belum lama ini, sebuah perusashaan yang sebenarnya adalah perusahaan Israel yaitu Amdocs, berhasil memenangkan tender dengan anak perusahaan Telkom yaitu Telkomsel, berkenaan dengan sistem billing. Dengan Amdocs memiliki data-data yang ada itu, maka dengan akan sangat mudah Israel akan menggunakannya untuk mempenetrasi sistem politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan Indonesia.
Tetapi, tak kalah penting lagi, melalui gerakan yang dilakukan tangan-tangan Soros yang ada di Indonesia, yang terus-menerus mengkampanyekan ‘Civil Society”, perlahah-lahan mengubah kelompok-kelompok utama Islam, dan menjadi penganut sekulerisme, kemudian menjadi bagian dari gerakan mereka.
+++
Dengan ini rubarik dialog sebelumnya kami tutup, dan kami menyampaikan terima kasih atas partisipasinya.
Fenomena Azab Allah Melalui Ulat Bulu
Senin, 11/04/2011 10:06 WIB | email | print
Sebulan terakhir ini, masyarakat Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur dikejutkan dengan ‘hujan’ ribuan ulat bulu yang datang tiba-tiba. Ulat-ulat yang terkenal membuat kulit gatal itu menyerang hampir seluruh dedaunan di pohon mangga, dan pohon buahan lain. Inikah sebagian dari tanda azab Allah untuk masyarakat Indonesia?
Awalnya, serangan ulat bulu terjadi di Probolinggo Jawa Timur. Daerah yang terkenal dengan tanaman mangga ini nyaris tidak lagi bisa memanen buah mangga karena sebagian besar daun pohon-pohonnya gundul dimakan ulat.
Menariknya, menurut peneliti dari Institut Pertanian Bogor atau IPB, penelitian mereka menunjukkan bahwa ulat tersebut merupakan jenis baru yang belum pernah ada di kabupaten tersebut. Jenis ulat bulu yang tergolong baru itu adalah lymantria marginanta.
Selain menyebabkan gatal-gatal pada kulit, serangan ulat ini membuat mangga tidak berbuah, setidaknya tertunda. Daun mangga pun menjadi gundul dan tidak mampu melakukan fotosintesis.
Serangan tidak hanya untuk sekitar Probolinggo. Karena kupu-kupu dari metamorfosis ulat ini bisa terbang kemana saja. Satu induk kupu-kupu betinanya bisa bertelur hingga tiga ratus butir. Bayangkan jika bertebaran ribuan kupu-kupu.
Penyebaran ulat ini terus meluas, mulai di sebagian Jawa Tengah bahkan sampai ke Bali. Setidaknya, sudah ada tiga daerah di Bali yang sejak tujuh hari lalu sudah terserang ulat bulu. Tiga daerah tersebut adalah Buleleng, Sawan, dan Gerokgak.
Misteriusnya serangan ulat bulu ini seperti mengingatkan bangsa ini dengan suatu hal: apakah ini pertanda fenomena azab Allah kepada bangsa ini? Atau, hanya sekadar fenomena alam biasa.
**
Redaksi mengucapkan terima kasih atas komentar dan masukan pembaca pada edisi sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
sumber:http://www.eramuslim.com/suara-kita/dialog/fenomena-azab-allah-melalui-ulat-bulu.htm
Sebulan terakhir ini, masyarakat Indonesia khususnya wilayah Jawa Timur dikejutkan dengan ‘hujan’ ribuan ulat bulu yang datang tiba-tiba. Ulat-ulat yang terkenal membuat kulit gatal itu menyerang hampir seluruh dedaunan di pohon mangga, dan pohon buahan lain. Inikah sebagian dari tanda azab Allah untuk masyarakat Indonesia?
Awalnya, serangan ulat bulu terjadi di Probolinggo Jawa Timur. Daerah yang terkenal dengan tanaman mangga ini nyaris tidak lagi bisa memanen buah mangga karena sebagian besar daun pohon-pohonnya gundul dimakan ulat.
Menariknya, menurut peneliti dari Institut Pertanian Bogor atau IPB, penelitian mereka menunjukkan bahwa ulat tersebut merupakan jenis baru yang belum pernah ada di kabupaten tersebut. Jenis ulat bulu yang tergolong baru itu adalah lymantria marginanta.
Selain menyebabkan gatal-gatal pada kulit, serangan ulat ini membuat mangga tidak berbuah, setidaknya tertunda. Daun mangga pun menjadi gundul dan tidak mampu melakukan fotosintesis.
Serangan tidak hanya untuk sekitar Probolinggo. Karena kupu-kupu dari metamorfosis ulat ini bisa terbang kemana saja. Satu induk kupu-kupu betinanya bisa bertelur hingga tiga ratus butir. Bayangkan jika bertebaran ribuan kupu-kupu.
Penyebaran ulat ini terus meluas, mulai di sebagian Jawa Tengah bahkan sampai ke Bali. Setidaknya, sudah ada tiga daerah di Bali yang sejak tujuh hari lalu sudah terserang ulat bulu. Tiga daerah tersebut adalah Buleleng, Sawan, dan Gerokgak.
Misteriusnya serangan ulat bulu ini seperti mengingatkan bangsa ini dengan suatu hal: apakah ini pertanda fenomena azab Allah kepada bangsa ini? Atau, hanya sekadar fenomena alam biasa.
**
Redaksi mengucapkan terima kasih atas komentar dan masukan pembaca pada edisi sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
sumber:http://www.eramuslim.com/suara-kita/dialog/fenomena-azab-allah-melalui-ulat-bulu.htm
Rekayasa Pembusukan Kekuatan Islam
Senin, 18/04/2011 15:01 WIB | email | print
Era reformasi yang sudah hampir tiga belas tahun, ternyata belum menjadi momen yang efektif untuk kebangkitan Islam di Indonesia. Satu per satu kekuatan-kekuatan politik yang merupakan metamorfosis dari ormas-ormas Islam kian hari bukan memperlihatkan kemajuan, justru mulai mengalami pembusukan.
Awalnya, masyarakat pernah berharap banyak ketika partai-partai Islam atau yang berbasis ormas Islam bergabung dalam satu kekuatan yang bernama poros tengah. Tapi, kekuatan itu kian terpreteli menjadi kekuatan-kekuatan kecil. Bahkan, kekuatan kecil itu pun mengalami perpecahan hingga tak bisa lagi dianggap sebagai sebuah kekuatan.
Kini, semua kekuatan politik Islam itu justru malah ‘berlindung’ di balik kekuatan partai sekuler bernama Demokrat. Jangankan berani berhadap-hadapan dengan kekuatan politik sekuler demi membela kepentingan umat Islam, dianggap sebagai oposisi saja kian tak punya nyali. Anehnya, hal itu bisa dikemas dengan bungkusan ‘demi kepentingan dakwah Islam’.
Bandingkan dengan kekuatan ‘kiri’ yang sebelumnya sebagai serpihan kekuatan politik. Kini, mereka mulai menyatu dalam parpol-parpol besar. Siapa yang tak kenal Ulil Absar yang sudah menjadi simbol Islam Liberal, kini sudah menjadi petinggi partai penguasa. Begitu pun dengan Budiman Sudjatmiko dan beberapa aktivis muda yang pernah disebut sebagai kebangkitan ‘kiri’ baru, kini sudah menjadi petinggi di beberapa partai besar.
Gerakan Islam yang sebelumnya menjadi kekuatan alternatif pembela aspirasi umat pun kian hari mengalami pembonsaian. Ada yang mengalami perpecahan dan pembusukan. Bahkan, ada yang ‘terjebak’ sebagai gerakan jahat yang bernama teroris gaya baru. Di titik ini, Islam dipoles oleh mereka yang sangat membenci Islam sebagai wajah yang menyeramkan.
Begitu pun dengan kehidupan sosial budaya. Umat Islam tiba-tiba kehilangan figur yang cocok menjadi teladan mereka. Akibatnya, terjadi kesenjangan yang terus menganga antara kehidupan generasi muda Islam dengan tuntunan hidup Islam yang semestinya.
Publik pun dikejutkan ketika beberapa lembaga survei merilis dahsyatnya kebobrokan pergaulan muda-mudi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dari sekitar tiga ribu responden di beberapa kota besar, survei bahkan menunjukkan kalau lebih dari 60 persen, mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami isteri.
Negeri muslim yang kaya raya dengan sumber daya alam ini, bisa dibilang, sedang berada di ujung tanduk terjadinya degradasi jatidiri keislaman.
**
Redaksi mengucapkan terima kasih atas komentar dan saran pembaca budiman di edisi Dialog sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-kita/dialog/rekayasa-pembusukan-umat-islam.htm
Era reformasi yang sudah hampir tiga belas tahun, ternyata belum menjadi momen yang efektif untuk kebangkitan Islam di Indonesia. Satu per satu kekuatan-kekuatan politik yang merupakan metamorfosis dari ormas-ormas Islam kian hari bukan memperlihatkan kemajuan, justru mulai mengalami pembusukan.
Awalnya, masyarakat pernah berharap banyak ketika partai-partai Islam atau yang berbasis ormas Islam bergabung dalam satu kekuatan yang bernama poros tengah. Tapi, kekuatan itu kian terpreteli menjadi kekuatan-kekuatan kecil. Bahkan, kekuatan kecil itu pun mengalami perpecahan hingga tak bisa lagi dianggap sebagai sebuah kekuatan.
Kini, semua kekuatan politik Islam itu justru malah ‘berlindung’ di balik kekuatan partai sekuler bernama Demokrat. Jangankan berani berhadap-hadapan dengan kekuatan politik sekuler demi membela kepentingan umat Islam, dianggap sebagai oposisi saja kian tak punya nyali. Anehnya, hal itu bisa dikemas dengan bungkusan ‘demi kepentingan dakwah Islam’.
Bandingkan dengan kekuatan ‘kiri’ yang sebelumnya sebagai serpihan kekuatan politik. Kini, mereka mulai menyatu dalam parpol-parpol besar. Siapa yang tak kenal Ulil Absar yang sudah menjadi simbol Islam Liberal, kini sudah menjadi petinggi partai penguasa. Begitu pun dengan Budiman Sudjatmiko dan beberapa aktivis muda yang pernah disebut sebagai kebangkitan ‘kiri’ baru, kini sudah menjadi petinggi di beberapa partai besar.
Gerakan Islam yang sebelumnya menjadi kekuatan alternatif pembela aspirasi umat pun kian hari mengalami pembonsaian. Ada yang mengalami perpecahan dan pembusukan. Bahkan, ada yang ‘terjebak’ sebagai gerakan jahat yang bernama teroris gaya baru. Di titik ini, Islam dipoles oleh mereka yang sangat membenci Islam sebagai wajah yang menyeramkan.
Begitu pun dengan kehidupan sosial budaya. Umat Islam tiba-tiba kehilangan figur yang cocok menjadi teladan mereka. Akibatnya, terjadi kesenjangan yang terus menganga antara kehidupan generasi muda Islam dengan tuntunan hidup Islam yang semestinya.
Publik pun dikejutkan ketika beberapa lembaga survei merilis dahsyatnya kebobrokan pergaulan muda-mudi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Dari sekitar tiga ribu responden di beberapa kota besar, survei bahkan menunjukkan kalau lebih dari 60 persen, mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami isteri.
Negeri muslim yang kaya raya dengan sumber daya alam ini, bisa dibilang, sedang berada di ujung tanduk terjadinya degradasi jatidiri keislaman.
**
Redaksi mengucapkan terima kasih atas komentar dan saran pembaca budiman di edisi Dialog sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-kita/dialog/rekayasa-pembusukan-umat-islam.htm
Langganan:
Komentar (Atom)